Hijab Syar’i, Bagaimana Kriterianya?

jilbab-syar-i

Hijab adalah salah satu simbol dalam Islam untuk menutup aurat wanita. Dengan hijab seorang wanita akan terjaga kesuciannya. Namun, apa jadinya jika hijab itu disalahgunakan? Seperti fenomena yang kita saksikan di hari-hari belakangan ini? Jawabannya tentu kehancuran! Yap, bukan kemuliaan seorang wanita yang didapatkan, tetapi sebaliknya kebinasaan dan kehancuran moral wanita-wanita bangsa ini. Iyadzan billah minhu.

Berkenaan dengan hijab, ada tiga istilah yang sangat fenomenal di telinga kita hari ini. Hijabers, Jilboobs dan Jilbab Gaul. Nah, kalo kita melihat dengan kacamata Islam, apakah tiga istilah ini ada hakikatnya dalam syari’at ini? Tentu jawabannya adalah tidak.

Berbicara tentang hijab, tak lepas dari pembicaraan tentang pakaian. Karena hijab adalah bagian dari pakaian. So, disini Zahira akan sedikit kupas dan urai tentang bagaimana ciri khas pakaian syar’i menurut ajaran Islam.

Sobat Zahira, Islam telah menentukan batasan-batasan untuk pakaian Anda. Aurat bukan untuk diperlihatkan agar orang tertarik dan menggodamu. Aurat bukan barang pasaran yang bisa didapatkan dimana-mana. Aurat adalah harta simpanan seorang wanita yang sangat berharga, iffah dan kehormatan seorang wanita.

Islam mengajarakan kepada Anda untuk menutupnya dengan sempurna. Islam memuliakannya dengan kain penutup yang sempurna dan Islam memberikan batasan-batasan kepada Anda untuk memperhatikan beberapa hal berikut dalam masalah hijab.

Aurat Wanita is The Wholebody

Batasan aurat wanita itu adalah seluruh anggota tubuh selain wajah dan telapak tangan. Berbeda dengan laki-laki yang hanya sampai pada batasan antara lutut dan pusar. So, jika demikian tuntutan dari aurat tersebut adalah menutupnya dan tidak boleh diperlihatkan kepada siapapun.

Aurat adalah celah dan cela pada sesuatu atau setiap hal yang butuh ditutup, atau apa saja yang dirasa memalukan apabila tampak. Atau setiap apa yang ditutupi oleh manusia karena malu, atau ia juga berarti kemaluan itu sendiri. (Tuhfatul Ahwazi 3/235)

Hijab Syar’i

Hijab yang sesuai dengan sunnah nabi adalah dengan menutup seluruh anggota tubuh bagian aurat. Apakah cukup hanya dengan menutup? Ternyata tidak! Islam telah memberikan batasan-batasan terhadap pakaian wanita, berikut ringkasan kriterianya:

  1. Tidak menampilkan lekuk-lekuk tubuh ketat
  2. Mengenakan pakaian berwarna gelap
  3. Pakaian menggunakan kain yang agak tebal, tidak menampilkan bagian dalam (nrawang)
  4. Menutupi seluruh anggota badan selain wajah dan telapak tangan
  5. Tidak banyak corak atau gambar-gambar

Nah, jika kriteria diatas sudah dipenuhi dalam pakaian wanita maka itu baru dinamakan hijab syar’i yang sesuai tuntunan syariat. Maka trend apapun yang digembor-gemborkan orang zaman ini dalam masalah hijab, jika tidak memenuhi kriteria diatas belum dinamakan hijab.

Harus Diwaspadai…

Saudariku….

Janganlah sampai diri kalian termasuk dari golongan orang-orang yang akan dilemparkan ke dalam api neraka karena masalah pakaian. Bahkan mereka tidak akan pernah mencium baunya surga. Why? Karena mereka berpakaian tapi pada hakikatnya sama dengan telanjang.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (1) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (2) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya dapat tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128).

Wahai saudariku….

Perlu Anda ketahui bahwa aurat itu adalah dirimu sendiri. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wanita itu aurat, apabila ia keluar (dari rumahnya) setan senantiasa mengintainya.” (Sahih riwayat Tirmidzi)

Banyak ulama yang menjelaskan hadits dengan mengatakan bahwa wanita itu selalu menggoda. Karena setiap wanita keluar dari rumahnya, setan akan selalu menghiasinya sehingga membuat menarik perhatian lawan jenisnya. Inilah yang dinamakan wanita itu aurat.

Maka, wahai saudariku… Islam telah memuliakanmu dengan pakaian yang menutupi auratmu. Janganlah engkau kotori kehormatanmu tersebut. Jaga pula dirimu dari propaganda orang-orang kafir yang mendengungkan jilbab, hijab tapi justru jauh dari nilai syar’i dan standar agama ini.

Di akhir risalah ini, saya ingin mengutip satu perkataan yang saya dapatkan dari salah satu teman kuliah, “Banyak orang yang mengatakan, mereka ingin berjilbab setelah menikah karena tidak ingin suaminya menanggung dosanya disebabkan tidak menutup aurat.” Tapi sadarkah kamu ukhti? Bahwa ayahmu yang menanggung dosa itu selama kamu belum menikah?! Apakah kamu juga tidak ingin melindungi ayahmu dari api neraka?

Salam orang yang peduli dengan masa mudamu…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *